Rasanya ia ingin menangis saat melihat Reni yang wajahnya merona saat disebunya nama Egi.
"Bodoh! Penghianat!" Umpatnya, merasa bersalah pada temannya itu
Egi, bisa dibilang perfect boy, ia yang terkenal baik dimata guru-guru, sedangkan ia? terkenal sebagai siswi tukang bolos.
Egi.Sosok yang belakangan ini membuatnya tersenyum, sekaligus melenyapkan senyumnya.
'Jangan-jangan kamu suka sama aku, ya?'
Presetan
dengan itu. Andai ia tak pernah mengirimkan Egi pesan singkat, andai ia
tak terhipnotis tatapan serta lembut suara pria itu, dan andai ia tak
pernah mengenal sosok itu.
Sekarang ia terlihat seperti orang sinting, menautkan jemari sambil berharap waktu dapat terulang kembali.
~true story
Tidak ada komentar:
Posting Komentar