Senin, 25 Mei 2015

Antara Aku Tuhan Dan Anggota DPR

Tuhan kabarkan pada pemerinta nasibku di sini, sampaikan padanya "Dimana keadilan saat ini?"

Tuhan katakan pada para anggota dpr yang tengah duduk santai di kursi emas, "Andai kau tau betapa panasnya tempatku dan berdiri saat ini."

Gosong kulitku tak ku hiraukan, ku tantang si sombong yang menyongsong cakrawala, ku teriaki ia, biar ia tau betapa malang nasibku.

Mata air di gunung, berpindah ke dahiku, peluh bercucuran, kutepis dengan kasar.

Bunda, anakmu berjuang saat ini, mengais rejeki diantara puing puing sampah kota metropolitan.

Bunda ku iri pada para anggota DPR, duduk santai menghasilkan pundi pundi uang.

Bunda kalau ku tak ingat atas doa dan harapanmu yang mengalir di hidupku, mungkin saat ini aku tengah berdiri hendak melompat dari ketinggian.

Tuhan, bunda, pemerintah dan para anggota DPR.

Aku, berdiri terdorong, berpegangan terseret, bertahan terhempas, jatuh terinjak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar