"Boi, kau tau, rumus ini sangat menjengkelkan." Ujarku Iwak tersenyum misterius
"Kau belum mengenalinya Boi!" Aku menyerit heran
"Kau Titisan Einstein, apa aku harus mencuri otak einstein?" aku tertawa kecil, Iwak malah tersenyum simpul
"Kau hanya perlu menulis rumus itu Boi!"Aku berdecak kesal."Bukan di bukumu Boi, tapi di batu" Aku tersenyum geli,
"Ini bukan zaman bahela Boi, primitif sekali caramu"
"Selama ini kau menulis diatas batu Boi."
"Kau belum mengenalinya Boi!" Aku menyerit heran
"Kau Titisan Einstein, apa aku harus mencuri otak einstein?" aku tertawa kecil, Iwak malah tersenyum simpul
"Kau hanya perlu menulis rumus itu Boi!"Aku berdecak kesal."Bukan di bukumu Boi, tapi di batu" Aku tersenyum geli,
"Ini bukan zaman bahela Boi, primitif sekali caramu"
"Selama ini kau menulis diatas batu Boi."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar