Senin, 25 Mei 2015

Si Merah Tak Tersambar Petir

"Boi, Kau Tahu Mitos 'Si Merah Tersambar Petir'?"tanya Ucup yang tampak sedang memandang langit mendung sore ini
"Aku tahu"aku menghela nafas."Kenapa kau bertanya seperti itu,kawan?"
"Kau tak sadarkah dengan warna payungmu?" Ucup menunjuk payung merah marungku
"Kau percaya mitos Cup?, ku kira kau orang moderen." Ucup mengerucutkan bibir
"Tak ada yang akan mau menumpang ojek payungmu,Boi."

"Hujan sudah turun !" Teriak Ujang kawanku, lantas kami berlarian di bawah hujan yang berkelompok. Kulihat Ucup yang sudah mendapat pelanggan, bahkan Ujang telah mengantungi beberapa lembar uang

Aku terduduk lemas di tangga gedung besar di belakangku 'Bukankah merah warna berani?, kenapa orang-orang takut menumpang di payungku?' entahlah.

"Kau dapat berapa,Boi !?"Teriak Ucup,aku menggeleng
"Kau pakai warna salah,Kawan" Ujar Ucup, aku tersenyum pahit
"Bukan Cup, rejekiku belum turun"

"Boi,ojek payung!"Seorang Bapak Tua menyentuh bahuku
"Sudah rejekimu,Boi"

dengan senang hati aku menerima tawaran pak tua itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar